Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Will not be back

Takkan Kembali Kubuka netraku Rupanya aku berada di dalam suatu dimensi Aku berjalan tanpa tujuan Seolah ada yang menarikku untuk beranjak pergi Berteman dengan sepi, melangkah bersama ketakutan diri Benakku mencoba mengatakan bahwa semua hanyalah ilusi Hingga aku berlabuh pada suatu titik Sangat asing, itulah yang kurasa Lantas aku tersadar Aku tak sendiri di sini Semua sorot mata dari kegelapan itu mengintai Aku telah tersesat dalam dimensi ruang Tempat makhluk gaib bernaung dan mencari peraduan Kudapati sorot mata mereka memandang ragaku Mereka mendambakan kehidupan mereka kembali Pada akhirnya jiwaku terbelenggu oleh kuasa mereka Terperangkap dalam bui kegelapan dan takkan pernah kembali

Al-Qur'an

Al Qur’an Kau berada diantara jajaran, hanya sebagai penghias rak buku yang ku miliki Kau hanya kubawa kemari, tanpa ku coba untuk ku pelajari Tak ada waktu sering menjadi pembenaran oleh orang sepertiku Suhuf yang bermakna itu kini telah berdebu Tanda tak pernah terjamah oleh pemiliknya semakin melekat Sudah berapa lama aku menimba ilmu disini? 1 tahunkah? 2 tahun? Atau bahkan 3 tahun hingga sebentar lagi aku akan lulus Tapi apa? Apa yang kulakukan selama ini? Kenapa aku tega mengabaikanmu? Waktuku sia-sia hanya untuk menuruti nafsu akan dunia Tanpa aku sadari, aku membuat para setan tertawa Aku lebih menyukai bujuk rayunya yang terlihat indah namun menyesatkan Aku menangis, kala mendengar lagu sedih Tapi aku hanya sibuk pada dunia ketika Sang Qori membaca Al Qur’an dengan merdunya Aku mengharap Surga-Nya, namun membaca surat cinta-Nya saja tidak pernah Menghafal Al Qur’an? Kata sulit langsung menghadang paling depan Aku tak sanggup dengan siksa

Ruang Kosong

Ruang Kosong Sejenak ku terdiam Meraung, meratapi jejak yang kini mulai memudar Terpaku dalam ruang kosong Menyelinap dalam kalbu Hampa, itulah nyatanya yang kurasa Hidup dalam angan-angan tentangmu Kini hancur berkeping-keping Luka yang tersayat semakin dalam Tak kan pernah lagi kubiarkan ruang kosong ini terisi kembali Hanya untuk disakiti