Langsung ke konten utama

Until The End

Until The End

A special part of our body
Can’t deny what we feel to somebody
While we choose for keep calm
But a small thing is being anesthetized
I think it depends on me

Our mouth can say “ I’m fine “
But this thing maybe say the else
An answer of all question
When it can’t find the resolution
There is fake smile that cover the wound up

Until the end . . .
I think about you, only a second
You’ve changed my life, but the fact is different
You’re just a friend, not my everything
The important thing I never forget
You make my soul more strong than ever . . .
I just wanna say “ thank you “
But my tongue gets tied
And the words gets trapped

My heart keeps beating
My feeling can’t stop screaming
To keep waiting for the best time . .
Until the end . . .

By : Kawashima Kumiko

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sad Poetry

Unsent Letter It has been a month I wrote this letter Day by day, I selected the best diction to make it beautiful Like I was pouring my feeling in it My fingers are dancing above the keyboard Chasing the reason of what I didn’t understand ‘Till the day the letter was done I wish I could give this letter to you But ‘till now, it still be an unsent letters ‘Cause you, someone who deserve to get it Will never come back to this fugatious world

Al-Qur'an

Al Qur’an Kau berada diantara jajaran, hanya sebagai penghias rak buku yang ku miliki Kau hanya kubawa kemari, tanpa ku coba untuk ku pelajari Tak ada waktu sering menjadi pembenaran oleh orang sepertiku Suhuf yang bermakna itu kini telah berdebu Tanda tak pernah terjamah oleh pemiliknya semakin melekat Sudah berapa lama aku menimba ilmu disini? 1 tahunkah? 2 tahun? Atau bahkan 3 tahun hingga sebentar lagi aku akan lulus Tapi apa? Apa yang kulakukan selama ini? Kenapa aku tega mengabaikanmu? Waktuku sia-sia hanya untuk menuruti nafsu akan dunia Tanpa aku sadari, aku membuat para setan tertawa Aku lebih menyukai bujuk rayunya yang terlihat indah namun menyesatkan Aku menangis, kala mendengar lagu sedih Tapi aku hanya sibuk pada dunia ketika Sang Qori membaca Al Qur’an dengan merdunya Aku mengharap Surga-Nya, namun membaca surat cinta-Nya saja tidak pernah Menghafal Al Qur’an? Kata sulit langsung menghadang paling depan Aku tak sanggup dengan siksa ...

Menjemput hidayah, bukan menunggu

Hidayah Separuh perjalanan hidup telah kau tempuh Setiap tahun, kau rayakan berkurangnya usiamu Namun, apakah kau telah persiapkan bekal untuk kepulanganmu? Kau bilang, kau menunggu hidayah datang kepadamu Mau sampai kapan? Ajal saja tak menunggu taubatmu Pedih memang, tapi ini nyata Hidayah itu seharusnya dicari, bukan ditunggu Terlalu lama menunggu itu tidak enak bukan? Ya, makanya kita harus memulai Memulai ‘tuk berbenah diri, mencari segala amal baik untuk menolong kita di akhirat nanti Jangan sampai ajal datang terlebih dahulu menghampiri sedangkan kita masih berada dalam kesenangan duniawi