Langsung ke konten utama

Menjemput hidayah, bukan menunggu


Hidayah

Separuh perjalanan hidup telah kau tempuh
Setiap tahun, kau rayakan berkurangnya usiamu
Namun, apakah kau telah persiapkan bekal untuk kepulanganmu?
Kau bilang, kau menunggu hidayah datang kepadamu
Mau sampai kapan?
Ajal saja tak menunggu taubatmu
Pedih memang, tapi ini nyata
Hidayah itu seharusnya dicari, bukan ditunggu
Terlalu lama menunggu itu tidak enak bukan?
Ya, makanya kita harus memulai
Memulai ‘tuk berbenah diri, mencari segala amal baik untuk menolong kita di akhirat nanti
Jangan sampai ajal datang terlebih dahulu menghampiri
sedangkan kita masih berada dalam kesenangan duniawi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sad Poetry

Unsent Letter It has been a month I wrote this letter Day by day, I selected the best diction to make it beautiful Like I was pouring my feeling in it My fingers are dancing above the keyboard Chasing the reason of what I didn’t understand ‘Till the day the letter was done I wish I could give this letter to you But ‘till now, it still be an unsent letters ‘Cause you, someone who deserve to get it Will never come back to this fugatious world

Ruang Kosong

Ruang Kosong Sejenak ku terdiam Meraung, meratapi jejak yang kini mulai memudar Terpaku dalam ruang kosong Menyelinap dalam kalbu Hampa, itulah nyatanya yang kurasa Hidup dalam angan-angan tentangmu Kini hancur berkeping-keping Luka yang tersayat semakin dalam Tak kan pernah lagi kubiarkan ruang kosong ini terisi kembali Hanya untuk disakiti